Pekanbaru,www.mediaaktualitas.com
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Riau di tingkat nasional. Alief Ghibran Alfatih, siswa kelas IX.3 SMP Negeri 4 Pekanbaru, sukses meraih Juara III Ganda Putra Kelompok Umur 16 Tahun pada Kejuaraan Nasional Tenis Yunior “New Armada Cup” 2026 yang berlangsung di Lapangan Tenis Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 5–10 Januari 2026.
Turnamen tenis yunior bergengsi berlabel J1 tersebut merupakan seri legendaris ke-28 dan diikuti 335 atlet tenis yunior dari seluruh Indonesia, termasuk sejumlah atlet Tim Nasional Yunior Indonesia. Ajang ini dikenal konsisten melahirkan atlet-atlet tenis nasional berprestasi.
Pada kejuaraan tersebut, Ghibran tampil di nomor ganda putra berpasangan dengan Ahmad Zulpan asal Kediri. Meski memulai kompetisi sebagai pasangan non-unggulan, lantaran Ghibran baru naik kelompok umur 16 tahun pada 2026, keduanya mampu menunjukkan performa impresif sejak babak awal.
Di Round 1, pasangan Ghibran-Zulpan menyingkirkan wakil Bali. Kejutan berlanjut di Round 2 ketika mereka sukses menumbangkan unggulan keempat, M. Jafar (Cirebon) dan M. Dani (Kudus), melalui laga ketat yang ditentukan lewat super tie-break dengan skor 11–9.
Langkah Ghibran terhenti di babak semifinal setelah harus mengakui keunggulan unggulan kedua, Rafael Enrico dan Ziyad Hamas, yang diperkuat atlet Timnas Yunior Indonesia, dengan skor 3–6, 5–7. Meski demikian, hasil tersebut cukup mengantarkan Ghibran meraih posisi tiga besar nasional, sebuah capaian prestisius bagi atlet muda asal Riau.
Menariknya, Ghibran bukan berasal dari latar belakang tenis sejak dini. Ia merupakan mantan atlet sepatu roda berprestasi, yang baru menekuni tenis secara serius dalam tiga tahun terakhir, sejak usia 12 tahun. Saat ini, Ghibran menjalani pembinaan di ATN (Akademi Tenis Nusa Lima) Pekanbaru di bawah bimbingan Coach Novi Hendri dan Coach Fest.
Dengan semangat juang dan kemandirian tinggi, Ghibran bahkan berangkat sendiri dari Tegal menuju Magelang usai mengikuti turnamen IMTC Tegal, sementara rekan-rekan satu klubnya telah lebih dahulu kembali ke Pekanbaru.
Keberanian tersebut menjadi bukti kedewasaan serta tekad kuat Ghibran dalam mengejar prestasi.
Ayah Ghibran, Yopi Azmar, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian sang anak.
Menurutnya, prestasi ini menjadi medali perdana Ghibran di kejuaraan tenis level J1 di Pulau Jawa, yang diikuti atlet-atlet elite nasional.
“Kami bersyukur dan bangga Ghibran bisa mengharumkan nama Riau. Terima kasih kepada Kepala Sekolah dan para guru SMPN 4 Pekanbaru yang telah memberi izin dan dukungan, para pelatih, Klub ATN Riau, Kentoeng Tennis Academy Sukoharjo yang mendampingi selama turnamen di Magelang, serta Ketua Pelti Pekanbaru dan Ketua Pelti Riau,” ujar Yopi Azmar kepada media, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan bahwa prestasi sejati tidak hanya diukur dari medali, melainkan dari proses, perjuangan, konsistensi, kemandirian, serta sikap sportivitas di lapangan.
Dengan pencapaian tersebut, Ghibran diharapkan mampu terus meningkatkan prestasi dan menjadi salah satu atlet tenis masa depan kebanggaan Riau dan Indonesia.














