PADANGSIDIMPUAN – Keluarga Mahmul Hatopan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Padangsidimpuan, meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan jenazah almarhum dari Kamboja. Mahmul dilaporkan meninggal dunia di Poipet, Kamboja, pada 17 September 2026.
Permohonan tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kota Padangsidimpuan. Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), pemerintah daerah telah menindaklanjuti permintaan keluarga dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperoleh penanganan lebih lanjut.
Mahmul Hatopan diketahui berasal dari Kelurahan Wek III, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Almarhum bekerja sebagai pekerja migran di kawasan Poipet, Kamboja. Kabar duka tersebut telah diterima pihak keluarga di kampung halaman.
Orang Tua Mahmul Hatopan Mohon Bantuan Pemerintah
Orang tua almarhum, Maijon Tanjung, menyampaikan permohonan bantuan kepada Pemerintah Republik Indonesia agar jenazah anaknya dapat segera dipulangkan ke tanah air.
Permohonan itu ditujukan kepada pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, hingga Presiden RI.

Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan terbuka melalui sebuah video. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian dan membantu proses repatriasi jenazah Mahmul Hatopan dari Kamboja ke Padangsidimpuan.
Dalam permohonannya, keluarga mengungkapkan keterbatasan ekonomi dan ketidakmampuan menanggung biaya pemulangan jenazah dari luar negeri.
Kondisi tersebut membuat keluarga berharap adanya bantuan dan pendampingan pemerintah agar jenazah almarhum dapat segera dibawa pulang ke kampung halaman.
Pemko Padangsidimpuan Tindak Lanjuti Permohonan Keluarga
Menanggapi permohonan tersebut, Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Disnaker telah mengambil langkah koordinasi untuk memperoleh penanganan atas kasus meninggalnya PMI asal Padangsidimpuan tersebut.
Kepala Disnaker Kota Padangsidimpuan, Ari Junaidi Lubis, MM, menyampaikan permohonan penanganan PMI kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara melalui surat resmi tertanggal 18 September 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memperoleh informasi dan tindak lanjut terkait prosedur pemulangan jenazah Mahmul Hatopan dari Kamboja ke Indonesia.
Disnaker juga terus memantau perkembangan administrasi serta berkoordinasi dengan instansi berwenang guna mendukung proses penanganan lebih lanjut.
Wali Kota Benarkan Permohonan Sudah Ditindaklanjuti
Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM., M.Kes., membenarkan bahwa pemerintah daerah telah menindaklanjuti permohonan keluarga Mahmul Hatopan.
“Sudah ditindaklanjuti, ya. Kita tunggu informasi selanjutnya,” ujar Letnan Dalimunthe saat memberikan keterangan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa permohonan keluarga telah mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah. Namun, kepastian mengenai jadwal dan mekanisme pemulangan jenazah masih menunggu informasi dari instansi terkait.
Keluarga Berharap Jenazah Segera Dipulangkan
Di tengah suasana duka, keluarga Mahmul Hatopan berharap pemerintah dapat memberikan kepastian mengenai tahapan dan jadwal pemulangan jenazah, termasuk kemungkinan bantuan pembiayaan apabila diperlukan.
Keluarga juga berharap informasi mengenai prosedur administrasi disampaikan secara jelas agar proses repatriasi dapat berjalan lancar tanpa menambah beban keluarga yang tengah berduka.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti meninggalnya Mahmul Hatopan belum diketahui secara resmi. Rincian proses administrasi dan jadwal pemulangan jenazah juga masih menunggu keterangan dari perwakilan diplomatik RI di Kamboja maupun instansi berwenang lainnya.
Keluarga berharap koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perwakilan RI di Kamboja dapat segera menghasilkan kepastian sehingga jenazah Mahmul Hatopan dapat dipulangkan ke Padangsidimpuan dan dimakamkan secara layak di kampung halaman.
Mediaaktualitas.com akan terus memantau perkembangan informasi terkait permohonan pemulangan jenazah Mahmul Hatopan dari Kamboja.
Laporan: Arif.S
Penerbit Redaksi mediaaktualitas








