DUMAI ,mediaaktualitas.com –
Kehidupan ratusan nelayan tradisional di pesisir Kota Dumai disebut semakin terhimpit. Mereka mengaku hasil tangkapan terus menurun dan menduga kondisi tersebut berkaitan dengan indikasi pencemaran perairan di Selat Rupat dan kawasan pesisir Dumai yang diduga dipengaruhi aktivitas industri.
Berdasarkan pantauan di sejumlah wilayah pesisir seperti Lubuk Gaung, Pangkalan Sesai, dan Purnama, masyarakat mengaku melihat perubahan kondisi perairan. Air laut di beberapa titik disebut berubah warna menjadi lebih gelap, muncul aroma yang tidak sedap, serta terlihat lapisan menyerupai minyak di permukaan laut. Dugaan tersebut, menurut warga, perlu ditelusuri melalui investigasi ilmiah oleh instansi berwenang.
Nelayan Mengaku Semakin Sulit Mendapatkan Hasil Tangkapan
Bagi nelayan tradisional, laut merupakan sumber utama penghidupan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir mereka mengaku harus melaut lebih jauh dengan biaya operasional yang semakin besar, sementara hasil tangkapan justru menurun drastis.
Seorang nelayan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sangat berdampak terhadap ekonomi keluarganya.
«”Dulu kami tidak perlu jauh ke tengah laut. Sekarang harus berkilo-kilometer, tetapi sering pulang tanpa membawa hasil. Untuk menutup biaya solar saja kadang harus berutang,” ujarnya kepada jurnalis mediaaktualitas.com.
Menurut pengakuan sejumlah nelayan, pendapatan mereka bahkan disebut turun hingga lebih dari 70 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Jaring Diduga Terpapar Lumpur dan Zat Berminyak
Selain hasil tangkapan yang berkurang, nelayan juga mengaku mengalami kerugian akibat alat tangkap yang lebih cepat rusak.

Mereka menyebut jaring yang diangkat dari laut kerap dipenuhi lumpur berwarna gelap, terasa lengket, dan mengeluarkan bau yang tidak biasa. Kondisi tersebut, menurut mereka, menyebabkan jaring menjadi cepat rapuh dan mudah robek sehingga harus sering diganti.
“Kalau laut ini terus rusak, kami kehilangan satu-satunya mata pencaharian. Kami hanya bisa mencari ikan,” ujar nelayan lainnya saat memperbaiki perahunya di kawasan pesisir Dumai.
Masyarakat Minta Investigasi dan Penegakan Hukum
Komunitas nelayan bersama sejumlah pemerhati lingkungan berharap pemerintah segera melakukan penyelidikan secara terbuka terhadap dugaan pencemaran tersebut.
Mereka meminta instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup serta aparat penegak hukum, melakukan pengambilan dan pengujian sampel air laut secara transparan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi pembuangan limbah.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya penindakan tegas apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan limbah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, MediaAktualitas.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari instansi pemerintah terkait maupun pihak perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut guna memperoleh penjelasan dan tanggapan atas dugaan yang disampaikan masyarakat.
Laut menjadi sumber kehidupan bagi ribuan warga pesisir Dumai. Karena itu, masyarakat berharap setiap dugaan pencemaran dapat ditangani secara objektif, transparan, dan berdasarkan hasil investigasi ilmiah sehingga kelestarian lingkungan serta keberlangsungan mata pencaharian nelayan dapat tetap terjaga.
Laporan :Bambang-Jebat
Penerbit Redaksi mediaaktualitas








