Example floating
Example floating
BengkalisBudayaDaerah

Pacu Sampan Balai Pungut Resmi Dibuka Bupati Bengkalis, Dorong Wisata

mediaaktualitas
0
×

Pacu Sampan Balai Pungut Resmi Dibuka Bupati Bengkalis, Dorong Wisata

Sebarkan artikel ini

PINGGIR, BENGKALIS — Riuh tepian Batang Mandau kembali menggema. Deretan sampan tradisional berpacu membelah aliran sungai, disambut sorak-sorai masyarakat yang memadati kawasan Tepian Batang Mandau, Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Rabu (19/8/2026).

Baca juga:KKSSI Medang Kampai Dukung Ketahanan Pangan, Ikuti Penanaman 5.000 Bibit Jagung Polsek Medang Kampai

Bukan sekadar perlombaan, Pacu Sampan Tradisional Balai Pungut menjadi panggung bagi masyarakat untuk merawat warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah kepada khalayak yang lebih luas.

 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., MMP.

 

Dari tepian sungai, masyarakat menyaksikan para peserta mengerahkan tenaga dan kekompakan untuk mengayuh sampan hingga mencapai garis akhir. Suasana semakin semarak dengan kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan yang menjadikan kawasan Tepian Batang Mandau sebagai ruang berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati tradisi daerah.

 

Bukan Sekadar Lomba, Ada Warisan Budaya yang Dijaga

Pacu sampan merupakan salah satu tradisi masyarakat yang memiliki nilai budaya dan kebersamaan. Di balik persaingan untuk menjadi yang tercepat, terdapat semangat kerja sama, kekompakan dan sportivitas yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Bengkalis H Misno mengikuti prosesi adat Pacu Sampan Balai Pungut
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni saat membuka Pacu Sampan Tradisional, sementara H. Misno mengikuti prosesi adat di Desa Balai Pungut, Rabu (19/8/2026).

 

Karena itu, keberadaan Pacu Sampan Tradisional Balai Pungut tidak hanya dipandang sebagai kegiatan hiburan. Tradisi tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga agar budaya lokal tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

 

Kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk berinteraksi langsung dengan tradisi masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat mengenal lebih dekat warisan budaya yang tumbuh dan berkembang di lingkungan mereka sendiri.

 

Tepian Batang Mandau Didorong Jadi Destinasi Wisata

Kemeriahan pacu sampan turut memperlihatkan besarnya potensi kawasan Tepian Batang Mandau sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

 

Perpaduan antara panorama sungai, tradisi masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal menjadi daya tarik yang dapat terus dikembangkan. Apalagi, kegiatan budaya yang dikemas secara menarik berpotensi mendatangkan lebih banyak pengunjung sekaligus memperkenalkan Desa Balai Pungut sebagai salah satu kawasan yang memiliki kekayaan tradisi.

 

Pacu sampan juga menjadi momentum untuk memperkuat promosi wisata daerah. Ketika sebuah tradisi mampu menghadirkan keramaian dan menjadi perhatian masyarakat, peluang untuk mengembangkannya sebagai agenda wisata tahunan semakin terbuka.

 

UMKM Ikut Bergerak, Ekonomi Masyarakat Menggeliat

Ramainya masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

 

Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan ruang untuk menawarkan berbagai produk dan kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pengunjung menciptakan perputaran ekonomi yang secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

 

Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya memiliki potensi lebih luas daripada sekadar pelestarian tradisi. Jika dikelola secara berkelanjutan, event budaya dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang membuka peluang usaha bagi masyarakat.

 

Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi lokal.

 

Bupati Bengkalis Hadir Bersama Unsur Pemerintahan dan Masyarakat

Pembukaan Pacu Sampan Tradisional Balai Pungut turut dihadiri jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis.

 

Di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, SE., M.IP, Wakil Ketua I M. Arsya Fadillah, M.IP, Wakil Ketua II Hendrik Pirnanda Pangaribuan, serta Wakil Ketua III H. Misno bersama anggota DPRD Kabupaten Bengkalis.

 

Hadir pula para kepala perangkat daerah, staf ahli Bupati Bengkalis, perwakilan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Camat Pinggir, Camat Mandau, Camat Batin Solapan dan Camat Talang Muandau, serta Pj. Kepala Desa Balai Pungut.

 

Sejumlah unsur masyarakat dan tokoh daerah juga hadir, di antaranya Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Danramil 03 Mandau, Kapolsek Pinggir serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat lainnya.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan budaya dan pariwisata membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga komunitas lokal.

 

Dari Tradisi untuk Masa Depan

Pacu Sampan Tradisional Balai Pungut memperlihatkan bahwa tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

 

Di satu sisi, masyarakat mendapatkan ruang untuk mempertahankan identitas budaya. Di sisi lain, kegiatan tersebut dapat menjadi magnet wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.

Pelepasan Pacu Sampan Tradisional di Batang Mandau Balai Pungut
Pelepasan Pacu Sampan Tradisional dan antusiasme masyarakat menyaksikan perlombaan di Tepian Batang Mandau, Desa Balai Pungut, Rabu (19/8/2026).

 

Ke depan, Pacu Sampan Tradisional di Desa Balai Pungut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi agenda budaya dan wisata yang berkelanjutan.

 

Dengan pengelolaan yang baik, promosi yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, Tepian Batang Mandau berpeluang menjadi salah satu ruang wisata berbasis budaya yang tidak hanya menawarkan tontonan, tetapi juga pengalaman, identitas dan cerita masyarakat setempat.

 

Sebab, ketika sebuah tradisi tetap hidup di tengah masyarakat, yang dijaga bukan hanya sebuah perlombaan, melainkan juga identitas, kebersamaan dan warisan budaya untuk generasi yang akan datang.

 

Laporan: Henduri

Penerbit Redaksi mediaaktualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *