MANDAU – Keberagaman suku bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama. Semangat inilah yang disampaikan Ketua Umum Persatuan Masyarakat Batak Duri Sejahtera (PMBDS), Santun Sihombing, dalam kegiatan Silaturahmi dan Pagelaran Budaya Serumpun/Festival Lagi Melayu Minang yang digelar Generasi Muda Satu Atap di halaman Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau, Kamis (5/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Santun Sihombing menyampaikan bahwa setiap suku memiliki kehormatan, identitas, serta kekayaan adat dan budaya yang patut dibanggakan. Menurutnya, masyarakat Batak harus tetap bangga terhadap warisan leluhur, sekaligus menghormati keberadaan suku-suku lain yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Bengkalis.
Ia mengapresiasi inisiatif Generasi Muda Satu Atap yang telah menghadirkan ruang perjumpaan masyarakat lintas etnis melalui kegiatan budaya. Penampilan kaum ibu dengan busana adat masing-masing, menurutnya, menjadi gambaran indah betapa kayanya kebudayaan Indonesia.
Batak Bangga dengan Identitas, Semua Suku Punya Kehormatan
Santun juga memperkenalkan keberagaman masyarakat Batak yang memiliki lima kelompok etnis, yakni Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan Angkola. Masing-masing mempunyai adat istiadat, tradisi, serta nilai budaya yang menjadi identitas turun-temurun.
Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya sendiri tidak boleh membuat seseorang memandang rendah budaya orang lain. Justru, semakin seseorang mengenal budayanya, semakin besar pula kesadarannya untuk menghargai identitas masyarakat lainnya.
Baginya, mengenal budaya satu sama lain merupakan langkah penting untuk membangun rasa persaudaraan, menghindari kesalahpahaman, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Keberagaman Menjadi Kekuatan Bengkalis
Lebih lanjut, Santun mengibaratkan keberagaman masyarakat seperti bunga yang memiliki warna dan keindahan masing-masing. Sementara filosofi serumpun bambu menggambarkan bahwa kekuatan akan tumbuh ketika seluruh elemen masyarakat berdiri bersama.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat silaturahmi antarsuku dan generasi muda.
Menurutnya, Kabupaten Bengkalis memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi daerah yang tidak hanya dikenal karena kemajuan pembangunan, tetapi juga karena kekayaan budaya dan kerukunan masyarakatnya.
Tokoh Lintas Suku Hadiri Pagelaran Budaya
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Bengkalis yang diwakili Asisten I, Dr. Aryadi. Turut hadir Camat Mandau Riki Rihardi, Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek SB, S.I.K., M.A., Danramil 03 Kapten ZCI Suratmin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Misno Syakirin, Ketua LAMR Mandau Zulfan Efendi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan paguyuban berbagai suku.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan peserta pawai dari Lapangan Koramil Mandau menuju Gedung LAMR Mandau.

Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang adat dan budaya berbeda menjadi gambaran bahwa persatuan dapat tumbuh tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing.
Santun berharap Bengkalis ke depan semakin dikenal sebagai kabupaten yang damai, menjunjung tinggi nilai adat, serta menjadi rumah bersama bagi seluruh suku dalam semangat persaudaraan.
Laporan: Lin HSB
Penerbit Redaksi Mediaaktualitas.com








