Mundam, –mediaaktualitas.com
Jum’at 07/08/2026
Abrasi pantai di wilayah Mundam semakin mengkhawatirkan. Pengikisan daratan akibat hantaman gelombang air laut terus meluas hingga mendekati jalan utama di kawasan permukiman warga.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena berpotensi mengancam akses transportasi serta keselamatan lingkungan sekitar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, gelombang laut tidak hanya mengikis garis pantai, tetapi juga telah menggerus lahan produktif dan tanah milik warga.
Sejumlah area yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai perkebunan kini berubah menjadi perairan akibat abrasi yang terjadi secara terus-menerus tanpa penanganan permanen.
Abrasi Terus Meluas, Lahan Warga Hilang Tergerus Laut
Perwakilan masyarakat, Dato’ Junaidi dari Kekerabatan Kesultanan Siak Sri Indrapura (KKSI), mengatakan laju abrasi dalam beberapa waktu terakhir semakin masif.
“Tanah warga sudah banyak yang hilang tergerus air laut. Kalau tidak segera ditangani, jalan bawah ini tinggal menunggu waktu untuk ikut ambles dan terputus,” ujarnya.
Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, kerusakan akan semakin meluas dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses jalan tersebut.
Warga Minta Pemerintah Segera Bangun Perlindungan Pantai
Masyarakat Mundam berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata untuk menangani abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir.
Beberapa langkah yang diusulkan warga antara lain:
*Pembangunan tanggul atau breakwater untuk meredam energi gelombang sebelum menghantam daratan.
*Rehabilitasi ekosistem mangrove melalui penanaman kembali hutan bakau di sepanjang garis pantai.
*Pemasangan bronjong atau batu gajah di titik-titik yang paling kritis, terutama yang berada di dekat jalan utama.
*Penanganan Cepat Dinilai Mencegah Kerugian Lebih Besar
Warga menilai penanganan segera sangat diperlukan agar abrasi tidak semakin meluas. Selain mengancam permukiman dan lahan warga, kondisi tersebut juga berpotensi memutus akses transportasi utama yang menjadi jalur mobilitas masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan program mitigasi bencana pesisir agar kerusakan dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga. Tanpa penanganan yang cepat dan berkelanjutan, abrasi diperkirakan akan terus menggerus daratan serta menimbulkan kerugian material yang lebih besar.
Laporan :Irwan
Penerbit Redaksi mediaaktualitas








