Example floating
Example floating
Sumatera Utara

Pemprov Sumut Percepat Pembangunan Infrastruktur, 41 Proyek Sudah Berjalan

mediaaktualitas
0
×

Pemprov Sumut Percepat Pembangunan Infrastruktur, 41 Proyek Sudah Berjalan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, mediaaktualitas.com –

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Hingga 10 Juli 2026, sebanyak 41 proyek fisik yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Proyek Strategis Daerah (PSD) telah memasuki tahap pelaksanaan.

Data Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut mencatat, dari total proyek yang telah berjalan tersebut, tujuh proyek merupakan Proyek Strategis Daerah (PSD), sedangkan 34 proyek lainnya merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

 

Baca juga:Geger! Dokter Spesialis Ditemukan Tewas di Semak-Semak Samping RSUD Siak

 

Kepala Dinas BMBKCK Sumut, Chandra Dalimunthe, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan agar seluruh proyek prioritas dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kita terus mengejar progres pembangunan di Sumatera Utara. Pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur tahun 2026 terus didorong agar berjalan sesuai target, termasuk pada ruas-ruas yang menjadi prioritas di berbagai kabupaten/kota,” ujar Chandra, Selasa (14/7/2026).

Pembangunan Menjangkau Berbagai Wilayah Sumatera Utara

Proyek yang tengah dikerjakan meliputi berbagai sektor pembangunan infrastruktur, mulai dari peningkatan struktur jalan provinsi, rehabilitasi dan pemeliharaan berkala jalan, peningkatan kapasitas jalan, pembukaan dan penimbunan jalan, pembangunan turap, talud, bronjong, hingga pembangunan jembatan.

Pekerjaan tersebut tersebar di berbagai daerah, antara lain Kabupaten Padang Lawas Utara, Asahan, Batubara, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Serdang Bedagai, Mandailing Natal, Toba, Deliserdang, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli, Kota Sibolga, Kota Tebing Tinggi, hingga Kota Medan.

Belasan Proyek Masuk Tahap Kontrak dan Tender

Selain proyek yang telah berjalan, Pemprov Sumut juga mencatat terdapat 14 kegiatan yang kini berada pada tahap kontrak.

Kegiatan tersebut meliputi proyek PHTC, PSD, serta pembangunan jembatan baru pada ruas Simpang Tiga Namu Unggas–Tangkahan di Kabupaten Langkat sebagai bagian dari penanganan infrastruktur pascabencana.

 

Baca juga:Kapolsek Mandau Perkuat Kemitraan dengan Wartawan, Bangun Komunikasi Demi Informasi Berkualitas

 

Sementara itu, 13 proyek lainnya masih menjalani proses tender. Sebagian besar merupakan proyek penanganan infrastruktur pascabencana, termasuk pembangunan turap, talud, dan bronjong di ruas Kuala–Simpang Marike, Kabupaten Langkat.

Selain itu, terdapat pula sejumlah proyek yang bersumber dari pendanaan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Lima Proyek Strategis Masih Tahap Persiapan

Pemprov Sumut juga tengah mempersiapkan lima Proyek Strategis Daerah yang saat ini berada pada tahap penyusunan serta pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP).

Seluruh proyek tersebut berada di Kabupaten Nias Barat dan Nias Selatan.

 

Pemprov Sumut mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah tahun 2026.
Pemprov Sumut mencatat sebanyak 41 proyek infrastruktur telah memasuki tahap pelaksanaan hingga Juli 2026.

Di sisi lain, terdapat dua proyek yang belum memasuki tahapan RUP, yakni optimalisasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat di kawasan strategis Provinsi Sumut di Kabupaten Deliserdang, serta peningkatan struktur Jalan Sihaporas (batas Kabupaten Padang Lawas Utara)–Paringgonan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.

Fokus Penanganan Infrastruktur Pascabencana

Percepatan pembangunan juga diarahkan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.

Saat ini terdapat 21 kegiatan yang masih berada pada tahap perencanaan, meliputi perbaikan oprit jembatan, penggantian jembatan, pembangunan turap, talud, hingga bronjong pada sejumlah ruas jalan provinsi.

Penanganan tersebut mencakup Kabupaten Langkat, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, serta Kota Sibolga.

Chandra menegaskan pihaknya akan terus mengawal seluruh tahapan pembangunan agar proses pengadaan, pelaksanaan kontrak, hingga pekerjaan di lapangan berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai jadwal.

“Kami terus berupaya memastikan seluruh tahapan pembangunan, mulai dari proses tender hingga pelaksanaan kontrak, berjalan efektif dan terukur, termasuk proyek-proyek penanganan pascabencana,” tegasnya.

Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera Utara.

 

Laporan:Arif.S

Penerbit Redaksi mediaaktualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *