Example floating
Example floating
DaerahNasionalSumatera UtaraTapanuli Selatan

PMII Soroti Kemunculan Harimau Sumatera di Kawasan Proyek PLTA Batang Toru

mediaaktualitas
0
×

PMII Soroti Kemunculan Harimau Sumatera di Kawasan Proyek PLTA Batang Toru

Sebarkan artikel ini

Padangsidimpuan –mediaaktualitas.com

Kemunculan seekor harimau sumatera di sekitar kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru menjadi perhatian masyarakat sekaligus memunculkan kembali pembahasan mengenai pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.

Satwa dilindungi tersebut diketahui sempat terekam melintas di sekitar area proyek dan ruas jalan kawasan PLTA Batang Toru yang meliputi wilayah Sipirok, Marancar, hingga Batang Toru. Rekaman itu kemudian beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.

 

Baca juga:Satresnarkoba Polres Bengkalis Bongkar Jaringan Narkoba, Delapan Paket Sabu Disita

Menindaklanjuti informasi dari masyarakat, petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara melakukan pemeriksaan di lokasi. Dari hasil penelusuran, ditemukan sejumlah jejak kaki yang diduga merupakan jalur perlintasan alami harimau sumatera.

PMII Minta Perlindungan Habitat Jadi Prioritas

Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Jenderal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan, Ade Yonda, menilai kemunculan harimau sumatera di sekitar kawasan proyek harus menjadi perhatian serius pemerintah maupun pihak pengelola PLTA Batang Toru.

Menurutnya, keberadaan satwa liar di sekitar aktivitas manusia dapat menjadi indikator yang perlu dikaji lebih lanjut terkait kondisi ruang jelajah satwa di kawasan hutan Batang Toru.

“Fenomena ini harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu memastikan bahwa pembangunan tetap memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dan habitat satwa liar,” ujar Ade Yonda.

Harimau sumatera terlihat di kawasan proyek PLTA Batang Toru menjadi perhatian PMII.
Kemunculan harimau sumatera di kawasan proyek PLTA Batang Toru menjadi perhatian publik. PMII mendorong evaluasi dampak lingkungan guna menjaga kelestarian habitat satwa liar.

Ade menjelaskan, kawasan Hutan Batang Toru selama ini dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi harimau sumatera, orangutan Tapanuli, serta berbagai jenis flora dan fauna langka yang memiliki status perlindungan.

Dorong Evaluasi Dampak Lingkungan Secara Terbuka

Bendahara Umum PMII Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan, Aswandi Lubis, menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengesampingkan upaya pelestarian kawasan hutan yang menjadi habitat satwa liar.

“Jangan sampai pembangunan mengorbankan habitat harimau sumatera maupun orangutan Tapanuli. Kawasan Hutan Batang Toru merupakan rumah bagi satwa-satwa langka yang harus dijaga bersama. Pemerintah dan pihak PLTA Batang Toru harus menunjukkan tanggung jawab dalam memastikan kelestarian lingkungan tetap terpelihara,” katanya.

Menurut PMII, harimau sumatera merupakan satwa yang memiliki wilayah jelajah cukup luas. Perubahan habitat maupun meningkatnya gangguan di kawasan hutan berpotensi memengaruhi pola pergerakan satwa sehingga meningkatkan kemungkinan interaksi dengan manusia.

Selain menjadi habitat satwa langka, kawasan Batang Toru juga memiliki fungsi ekologis penting sebagai daerah resapan air, penyerap karbon, pengatur iklim, serta kawasan penyangga yang berperan mengurangi risiko bencana ekologis.

Atas dasar itu, PMII meminta agar setiap aktivitas pembangunan di kawasan hutan dilakukan dengan memperhatikan aspek konservasi secara serius. Mereka juga mendorong evaluasi terhadap dampak lingkungan dilakukan secara terbuka, berbasis kajian ilmiah, serta diawasi secara berkelanjutan.

“Pemerintah tidak boleh mengabaikan kondisi lingkungan di lapangan. Pihak PLTA juga harus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian hutan dan habitat satwa liar. Mitigasi dampak lingkungan perlu dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Ade Yonda dan Aswandi Lubis.

PMII Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan turut mengajak pemerintah, perusahaan, akademisi, organisasi lingkungan hidup, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian bentang alam Hutan Batang Toru agar pembangunan dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi.

Mereka berharap kemunculan harimau sumatera di sekitar kawasan proyek PLTA Batang Toru menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan habitat satwa liar sekaligus memastikan setiap proses pembangunan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.

 

Laporan:Arif.S

Penerbit Redaksi mediaaktualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *