Example floating
Example floating
BudayaPekanbaru

GMN Riau Ziarahi Makam Panjang Pekanbaru

mediaaktualitas
1
×

GMN Riau Ziarahi Makam Panjang Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU –mediaktualitas.com

GMN Riau melalui kegiatan di Makam Panjang Pekanbaru menggelar Ziarah Peradaban untuk memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pengurus DPW GMN Riau bersama perwakilan DPD GMN dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Rangkaian kegiatan diisi dengan gotong royong membersihkan area makam, doa bersama, napak tilas sejarah, serta komitmen menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah di Bumi Lancang Kuning.

Makam Panjang Sarat Nilai Sejarah

Makam Panjang yang berada di Jalan Bambu Kuning hingga kini masih menyimpan beragam cerita dan tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat.

Sebagian kalangan meyakini situs tersebut berkaitan dengan sosok Panglima Jimbam, tokoh legendaris yang dikenal dalam sejarah dan folklore Melayu Riau.

Sementara sebagian lainnya menyebut lokasi tersebut memiliki kaitan dengan jejak dakwah seorang ulama yang dikenal sebagai Syeikh Maulana Maghribi.

Bahkan menurut penuturan sejumlah tokoh tua dan sesepuh di Riau, kawasan itu juga dikenal sebagai “Petilasan Sorban Putih” karena diyakini pernah menjadi tempat penyimpanan atau penguburan sorban putih milik seorang tokoh alim pada masa lampau.

Baca juga:

Beragam versi yang berkembang menunjukkan kawasan tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang masih hidup dalam ingatan masyarakat hingga saat ini.

Ketua DPW GMN Riau, Cep Permana Galih, mengatakan tujuan utama kegiatan tersebut bukan untuk memperdebatkan berbagai versi sejarah yang berkembang.

Menurutnya, kegiatan itu bertujuan membangkitkan kepedulian generasi muda terhadap warisan peradaban yang mulai terlupakan.

“Peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru dari kami lebih ke peradaban. Kami juga hadir bukan untuk menentukan siapa yang paling benar dalam sejarah. Kami hadir untuk memastikan bahwa jejak-jejak sejarah itu tidak hilang ditelan zaman. Apa pun kisah yang hidup di balik Makam Panjang ini, ia tetap merupakan bagian dari memori kolektif masyarakat Melayu Riau yang wajib kita jaga bersama,” ujar Cep Permana Galih.

Pemuda Diajak Menjadi Penjaga Sejarah

Ketua DPD GMN Pelalawan, Pandu Mustaqiim, S.Kom, menilai masih banyak situs bersejarah, makam ulama, petilasan tokoh, dan peninggalan peradaban di Riau yang mulai kurang mendapat perhatian.

Ia mengingatkan pentingnya generasi muda mengambil peran dalam menjaga dan merawat warisan sejarah daerah.

“Bung Karno pernah mengingatkan kita dengan kalimat yang sangat terkenal, JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan kembali. Anak-anak muda jangan hanya menjadi penonton sejarah, tetapi harus menjadi penjaga sejarah,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua DPD GMN Pekanbaru, M. Fadhillah, menegaskan bahwa menjaga makam para ulama, wali, raja, panglima, dan tokoh terdahulu bukan hanya menjaga bangunan fisik semata.

Baca juga:

Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari menjaga identitas dan jati diri bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati leluhurnya. Jika hari ini kita membiarkan situs sejarah rusak dan terlupakan, maka generasi mendatang akan kehilangan jejak untuk mengenali siapa dirinya. Kita harus merawat budaya kita, adat istiadat kita, situs kita, sejarah kita, dan peradaban kita,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah di sekitar area makam, merapikan lingkungan, serta menggelar doa bersama untuk para pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah negeri.

GMN Minta Perhatian Pemerintah

GMN Riau menyatakan komitmennya untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan dengan melibatkan kalangan pemuda, mahasiswa, komunitas sejarah, budayawan, dan masyarakat umum.

Selain itu, DPW GMN Riau juga mengimbau Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Provinsi Riau, serta instansi terkait agar memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan Makam Panjang dan situs-situs sejarah lainnya.

“Kami berharap pemerintah dapat melakukan pendataan, penelitian, pelestarian, dan pengelolaan yang lebih baik terhadap situs-situs bersejarah seperti ini. Jangan sampai aset budaya dan sejarah yang sangat berharga justru hilang karena kurangnya perhatian. Ini bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga investasi identitas untuk masa depan,” jelas Cep.

Di akhir kegiatan, Ketua DPD GMN Kampar, Afrido Willy Haryanto Sitorus, mengajak seluruh generasi muda untuk ikut terlibat dalam gerakan pelestarian sejarah dan peradaban.

“Mari bersama-sama menjaga warisan leluhur. Jangan biarkan makam ulama, petilasan wali, situs kerajaan, jejak panglima, dan peninggalan sejarah lainnya terlupakan. Kita boleh hidup di zaman modern, tetapi akar sejarah tidak boleh tercabut dari diri kita. Merawat peradaban adalah tugas bersama, dan GMN akan terus berada di barisan depan untuk itu,” tutupnya.

 

Penulis:Lin HSB/tim

Penerbit Redaksi mediaaktualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *