DUMAI –mediaaktualitas.com
Di tengah derasnya arus modernisasi dan semakin populernya budaya luar di kalangan generasi muda, seni bela diri tradisional Melayu mulai kehilangan ruang di tanah kelahirannya.
Gelanggang-gelanggang silat yang dahulu ramai kini perlahan sepi, sementara nilai-nilai adat dan petuah yang diwariskan para leluhur semakin jarang dikenal oleh generasi penerus.
Kondisi tersebut mendorong para pemuda di Kota Dumai untuk bergerak menjaga warisan budaya.
Melalui Silat Kerabat Lang Buana, mereka berupaya menghidupkan kembali seni bela diri Melayu agar tetap lestari sebagai bagian dari identitas dan marwah masyarakat Melayu.
Baca juga::LHMB Dumai Klarifikasi Dugaan Penampilan Boti Boti di City Mall Dumai
Bagi perguruan ini, Silat Melayu bukan sekadar teknik bela diri. Di dalam setiap gerak dan langkahnya terkandung nilai adat, etika, falsafah hidup, serta pendidikan karakter yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah seorang penggerak muda Silat Kerabat Lang Buana mengatakan, pihaknya tidak ingin Silat Melayu hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah atau sekadar menjadi pelengkap dalam acara seremonial.
“Silat Melayu adalah marwah dan jati diri masyarakat Melayu. Kami ingin generasi muda kembali mengenal, mempelajari, dan mencintai warisan budaya ini agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Upaya Menjaga Warisan Budaya
Sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan budaya Melayu, Silat Kerabat Lang Buana aktif mengajak anak-anak usia sekolah hingga kalangan remaja untuk mengikuti latihan secara rutin.
Melalui pembinaan tersebut, perguruan berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga memahami adab, sopan santun, serta nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi ruh dari setiap jurus silat.
Tempuh Legalitas di Bawah IPSI
Selain melakukan pembinaan, Silat Kerabat Lang Buana juga tengah menempuh proses legalitas sebagai perguruan yang berada di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat eksistensi perguruan sekaligus membuka peluang bagi para pesilat muda Dumai agar dapat mengikuti berbagai kejuaraan resmi, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Legalitas tersebut juga diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap warisan budaya Melayu, menjaga keaslian pakem silat tradisional, serta mendorong tata kelola organisasi yang lebih profesional tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang telah diwariskan para pendahulu.
Adab Tetap Menjadi Fondasi
Meski beradaptasi dengan perkembangan olahraga prestasi, Silat Kerabat Lang Buana menegaskan bahwa pendidikan adab tetap menjadi prioritas utama.
Penghormatan kepada orang tua, guru, serta penanaman nilai-nilai keagamaan terus menjadi dasar sebelum seorang murid mempelajari teknik dan jurus silat.
“Silat adalah pakaian diri orang Melayu. Jika pakaian itu hilang, maka sebagian identitas kita ikut hilang. Kami ingin membuktikan bahwa silat tradisional mampu melahirkan generasi yang berkarakter sekaligus berprestasi untuk mengharumkan nama Dumai dan Riau,” tuturnya.
Semangat yang ditunjukkan para pemuda melalui Silat Kerabat Lang Buana menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para tetua adat, tetapi juga generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap warisan leluhur.
Di tengah perubahan zaman, mereka memilih tetap berdiri di gelanggang sebagai penjaga marwah Melayu, agar warisan budaya tersebut terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Laporan: Bambang/Jebat
Penerbit Redaksi mediaaktualitas








