Example floating
Example floating
DaerahDumai

Ekosistem Laut Dumai Rusak Parah, Nelayan Tagih Aksi Nyata Selamatkan Pesisir

mediaaktualitas
13
×

Ekosistem Laut Dumai Rusak Parah, Nelayan Tagih Aksi Nyata Selamatkan Pesisir

Sebarkan artikel ini

DUMAI, mediaaktualitas.com –

Kondisi ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Dumai semakin memprihatinkan. Para nelayan tradisional mengaku hasil tangkapan mereka terus menurun akibat rusaknya habitat laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Pantauan Mediaaktualitas.com di salah satu dermaga rakyat Kota Dumai, Minggu (12/7/2026), menunjukkan aktivitas nelayan tidak lagi seramai beberapa tahun lalu. Banyak perahu bersandar lebih lama karena hasil tangkapan yang dinilai tidak lagi sebanding dengan biaya operasional melaut.

Baca juga:Satlantas Padangsidimpuan Bersihkan Drainase Demi Cegah Kemacetan dan Kecelakaan Lalu Lintas

Seorang nelayan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kerusakan ekosistem pesisir membuat ikan dan udang semakin sulit ditemukan di perairan dekat pantai.

“Dulu keluar sebentar dari bibir pantai saja jaring sudah penuh. Sekarang habis BBM banyak pun belum tentu dapat hasil. Ekosistem laut dekat pantai sudah rusak. Kami berharap ada penanganan nyata sebelum kami benar-benar kesulitan mencari makan,” ujarnya.

Nelayan tradisional di pesisir Dumai mengeluhkan rusaknya ekosistem laut dan menurunnya hasil tangkapan ikan.
Nelayan tradisional di Kota Dumai berharap pemerintah segera melakukan langkah nyata memulihkan ekosistem laut yang mengalami kerusakan.

Industri Berkembang, Ekosistem Laut Dinilai Terabaikan

Menurut para nelayan, pesatnya aktivitas industri di sepanjang kawasan pesisir Dumai diduga turut memberikan tekanan terhadap kondisi lingkungan laut. Mereka menyoroti dugaan pencemaran, padatnya lalu lintas kapal, hingga persoalan sampah yang dinilai semakin memperburuk kualitas perairan.

Nelayan berharap pemerintah bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem laut, sekaligus memperkuat upaya pemulihan kawasan pesisir.

Selain itu, mereka juga menilai berbagai bantuan yang selama ini diberikan belum menyentuh akar persoalan, yakni pemulihan habitat laut agar ikan kembali berkembang di wilayah pesisir.

Biaya Operasional Nelayan Terus Meningkat

Akibat semakin berkurangnya hasil tangkapan di kawasan dekat pantai, banyak nelayan kecil terpaksa melaut lebih jauh ke perairan Selat Malaka.

Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan bahan bakar meningkat, sementara hasil tangkapan belum tentu bertambah. Situasi ini dinilai semakin memberatkan ekonomi keluarga nelayan tradisional.

“Bukan hanya hasil tangkapan yang turun, biaya melaut juga semakin besar. Kalau begini terus, kami tidak tahu sampai kapan bisa bertahan,” kata nelayan tersebut.

Nelayan Harapkan Pemulihan Ekosistem Laut

Para nelayan berharap pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, serta seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian laut Dumai.

Mereka menilai upaya rehabilitasi kawasan mangrove, perlindungan habitat ikan, pengawasan terhadap pencemaran, hingga penegakan aturan lingkungan menjadi langkah penting agar ekosistem laut dapat pulih.

“Kami tidak ingin hanya mendengar janji. Yang kami harapkan adalah laut kembali sehat sehingga kami bisa mencari nafkah dengan layak,” tutupnya.

 

Laporan Bembeng/Jebat

Penerbit Redaksi mediaaktualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *